Cara Terbaik Para Ibu Melepaskan Anak dari Ngedot

Cara Terbaik Para Ibu Melepaskan Anak dari NgedotMungkin banyak para ibu yang dibuat pusing karena anaknya tidak ingin berhenti untuk ngedot. Banyak cara yang sudah dilakukan dan hasilnya pun gagal. Minum susu dari botol susu atau dot adalah semacam ritual yang sudah menjadi kewajiban bagi si kecil yang tidak boleh siapa pun mengganggunya apalagi jika si kecil sudah terbiasa minum susu dengan dot sejak masih bayi.

Inilah salah satu yang menjadi kekhawatiran bagi sebagian ibu atau mungkin semua ibu menjadi khawatir dan kewalahan ketika ingin mencoba melepaskan dot dari si kecil ketika anaknya sudah berumur kurang lebih satu tahun. Banyak ibu membiarkannya dari pada si buah hatinya mengamuk dan menangis karena ingin ngedot.

Bukan karena apa jika anak dibiarkan terus demikian maka akan sulit untuk melepaskan anak dari kebiasaan ngedot apalagi jika si anak sudah memasuki usia untuk sekolah. Apakah Anda termasuk salah satu orang tua yang sedang galau karena anak tidak kunjung juga melepaskan dotnya meski ia sudah cukup ‘dewasa’ untuk tidak ngedot lagi? Cobalah beberapa trik dan cara terbaik untuk menghentikan anak dari kebiasaan ngedot yang kami rangkum dari beberapa sumber berikut ini.

Beritahukan bahwa dia bukan anak bayi lagi

READ:  Mencegah Bayi Muntah

Cara pertama ini mungkin cukup membantu Anda para ibu dengan mengajak anak Anda untuk berkunjung pada kerabat atau tetangga yang memiliki bayi yang masih ngedot. Perlihatkan pada anak Anda jika yang minum susu dengan menggunakan dot itu hanya anak bayi untuk menimbulkan pemikiran pada anak bahwa bayi ngedot karena ia belum bisa duduk dan minum sendiri dengan gelas. Buat mereka berpikir, “Aku masih ngedot, berarti aku sama seperti adik bayi. Padahal aku kan sudah besar.”

Pujian

Setiap orang suka dengan pujian apalagi bagi anak Anda sendiri. Cobalah berikan sedikit dorongan dan motivasi bahwa dia akan baik-baik saja tanpa adanya dot. Jangan segan memberikan pujian ketika anak menunjukkan keinginannya minum susu atau minuman apapun dari gelas (meski ia masih minum susu dengan dot pada saat-saat tertentu, misalnya saat hendak tidur di malam hari).

Bangkitkan motivasinya

Buatlah ia termotivasi untuk meninggalkan dotnya. Misalnya katakan, “Bila adik ingin cepat besar seperti kakak, adik tidak boleh minum dari botol susu lagi.”

Atau letakkan mainan kesukaannya di tempat yang agak tinggi, sehingga ia harus digendong setiap kali ingin mengambilnya. Lalu katakan, “Bila adik ingin lekas tinggi dan bisa mengambil mainan ini tanpa digendong lagi, Adik harus minum dari gelas, bukan dari botol susu.”

READ:  Trik Menyapih Balita

Iming-iming hadiah

Cara menyapih anak lainnya yang terbukti efektif adalah dengan menjanjikan hadiah jika ia mau meninggalkan botol susunya. Bisa berupa mainan yang sudah lama ia inginkan atau jalan-jalan ke tempat wisata dengan aneka wahana permainan. Hanya saja jangan jadikan trik ini sebagai solusi tiap kali Anda ingin anak melakukan sesuatu.

Bertahap

Pada dasarnya peralihan dari minum susu dengan dot ke gelas adalah mengarahkan anak untuk melakukan kebiasaan baru. Orang dewasa yang dipaksa meninggalkan kebiasaan lama dan menggantinya dengan kebiasaan baru pun akan merasa berat melakukannya. Demikian pula halnya dengan anak Anda.

Anak tentu akan sangat terpukul ketika mendadak harus berpisah dengan botol susu mereka. Oleh karena itu, cobalah untuk melepaskan botol susu dari anak secara bertahap. Misalnya jika anak terbiasa ngedot pada siang dan malam hari sampai tertidur, mulailah memberikan botol susu sekali saja tiap hari, yaitu pada siang hari atau malam hari saja.

Variasi gelas dan sedotan

Cobalah buat ia tertarik dengan meminum susu dari gelas yang menarik, dan gantilah setiap kali ia sudah bosan. Begitu pula dengan warna sedotan ataupun bentuk sedotannya.

READ:  Menyusui Bayi Anda Sambil Bekerja

Tabahkan hati Anda, jaga konsistensi

Mungkin Anda seorang ibu bekerja dan ingin segera beristirahat seketika Anda sudah pulang ke rumah. Rasa lelah menyebabkan Anda malas berdebat dengan anak dan cenderung menuruti rengekannya untuk tetap ngedot meski ia sudah besar.

Pada saat seperti ini memang tampaknya ketangguhan Anda sebagai seorang ibu sedang diuji, karena dibutuhkan kesabaran, ketabahan dan ketekunan untuk benar-benar memisahkan anak dari botol susunya.

Menurut seorang pembaca kami dalam sebuah diskusi di grup Facebook, dibutuhkan waktu selama 1-2 bulan hingga anak benar-benar berpisah dari dotnya. Meski demikian jangan menyerah, Bunda, karena semua akan indah pada waktunya.

Lakukan ketika anak dalam kondisi sehat

Mungkin si kecil tidak bisa tidur ketika Anda memisahkannya dari botol susu, jadi pastikan ia sedang dalam kondisi sehat saat Anda menyapihnya.