Diagnosa dan Terapi Defisiensi Fe

https://www.infogizi.comDefisiensi Fe dapat didiagnosa berdasarkan data klinik dan data laboratorium ditunjang oleh data konsumsi pangan. Gambaran klinik memperlihatkan kondisi anemia. Muka pasien terlihat pucat, juga selaput lendir kelopak mata, bibir dan kuku. Penderita terlihat dan merasa badannya lemah, kurang bergairah dan cepat menjadi lelah, serta sering menunjukkan sesak nafas.

Keluhan subjektif adalah merasa lemah, cepat dan dan sering kunang-kunang kaya kyelengan terutama bila bangun mendadak setelah duduk atau tiduran. Pada palpasi mungkin terdapat splenomegalia dan pada auskultasi dapat terdengar bising jantung.

Data laboratorik memperlihatkan kadar hemoglobin menurun dibawah 11 g%, bahkan pada yang berat penurunan hemoglobin ini dapat mencapai tingkat dibawah 10 % atau lebih rendah lagi. Ada juga mempunyai kadar hemoglobin sampai dibawah 4 g%.

READ:  Penyakit Karena Kekurangan Karbohidrat

Gambaran mikroskopik memperlihatkan anemia mikrociter hypokhromik dimana erytrocyt mempunyai diameter lebih keci dari 7u dan erythrocyte tampak lebih pucat.

Data konsumsi mungkin memperlihatkan hidangan yang kurang mengandung daging atau bahan makanan hewan lain dan juga kurang sayur dan daun yang berwarna hijau.

Terapi dilakukan dengan pemberian preparat Fe dalam bentuk Ferro. Kalau derajat defisiensi cukup betar dapat diberikan juga preparat ekstrak hati intramuskular ( IM ). Pemberian preparat Cu dilaporkan memberikan efek yang meningkat bila diberikan dosis bersama Fe.

Feses sebaiknya diperiksa terhadap infestasi cacing. Bila positif dapat diberikan obat antihilmentik yang sesuai. Obat ini dapat diberikan dalam dua atau tiga kuur, dengan 1-2 minggu jarak antara, untuk menanggulangi kemungkinan reinfestasi.

READ:  Mamfaat Komsumsi Air Kelapa untuk Wanita Hamil

Control dapat dilakukan dengan penelitian laboratorik terhadap kadar hemoglobin dan reinfestasi cacingnya. Reaksi retikulocyl biasanya dapat segara terjadi pada terapi dengan pemberian preparat ferro tersebut.

Dalam rangka upaya pengaturan Keluarga Berencana dalam satu pil paket oral kontraseptik, diturut sertakan empat buah pil preparat ferro, untuk menaggulangi kemungkinan terjadinya anemia defisiensi Fe karena pada penggunaan pil oral tersebut terdapat tendensi untuk peningkatan kehilangan zat besi.