Metabolisme Zat Besi

https://www.infogizi.comFe

Didalam makanan zat besi terutama terdapat sebagai komponen dari ikatan-ikatan organic, tetapi ada dua pula bentuk garam Fe, terutama dalam bentuk obat ( Ferro dan Ferri sulfate ).

Dalam bentuk ferro zat besi lebih mudah diserap dalam mukosa usus, dibandingkan dengan bentuk Ferri. Bila kondisi makanan menyebabkan reaksi asam dan bersifat mereduksi, ferri akan menjadi ferro sehingga menjadi lebih mudah diserap oleh dinding usus, zat besi yang merupakan komponen dari ikatan organik juga dapat diserap oleh dinding usus.

Didalam tubuh, zat besi tidak terdapat bebas, tetapi berososiasi dengan molekulprotein. Dalam timbunan, zat besu berbentuk ferri dan berasosiasi dengan protein membentuk FERRITIN.

Komponen proteinnya disebut APPOFERRITIN. Dalam kondisi transport, zat besi terdapat dalam bentuk ferro dan dan berasosiasi dengan protein membentuk TRANSFERIN; komponen proteinnya diberi nama APOTRANSFERIN, sedang yang didalam air susu LACTOTRANSFERIN, dan didalam telur disebut OVOTRANSFERIN. Perbedaan dalam bentuk karakteristik komponen proteinnya.

READ:  Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Ada pula bentuk timbunan zat besi yang lain disebut HEMOSIDERIN; zat ini bersifat lebih inert disbanding dengan bentuk timbunan ferritin. Ferritin dapat memberikan zat besinya kepada transferin untuk ditransport ke sel-sel jaringan yang membutuhkannya, ialah jaringan hemopoiesis.

Didalam erythyocytzat terdapat dalam bentuk ferro dan merupakan komponen dari stuktur hemoglobin, zat khusus yang sanggup mengangkut O2 dari paru-paru ke sel-sel jaringan ke paru-paru untuk dibuang keluar tubuh dalam udara respirasi. Didalam sel-sel otot, zat besi terdapat pula dalam bentuk ferro dan merupakan bagian dari myoglobin.

Didalam metabolisme seluler, zat besi berfungsi sebagai trace element, diperlukan dalam fungsi enzim-enzim tertentu.