Makanan Harus Memberi Rasa Kenyang

https://www.infogizi.comRasa kenyang setelah makan sangat diperlukan dalam memberikan rasa puas kepada konsumen. Susunan hidangan yang cukup bergizi, tetapi cepat memberikan rasa lapar kembali, tidak akan memberikan kepuasan kepada konsumen.

Sebaliknya hidangan yang memberikan cepat rasa kenyang tetapi kurang bergizi, akan merugikan kesehatan mereka yang mengkonsumsi makanan tersebut.

Rasa kenyang dapat dicapai oleh volume dan oleh sifat bahan makanan yang menyusun hidangan tersebut. Lemak akan tinggal lama dalam rongga lambung dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, dan dengan demikian lemak akan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Bahkan lemak akan terasa lebih berat di perut dibandingkan dengan mengkonsumsi karbohidrat dan protein. Makanan sumber protein juga akan lebih lama memberikan rasa kenyang dibandingkan dengan karbohidrat.

READ:  Makanan Pendamping ASI (MPASI)

Hidangan yang banyak mengandung lemak dan protein akan memberi rasa kenyang lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat.

Sebaliknya hidangan yang terlalu tinggi mengandung lemak dan protein akan terlalu cepat memberikan rasa kenyang dan terasa berat di perut, sehingga mengurangi rasa nikmat dari konsumen.

Jadi komposisi karbohidrat, lemak dan protein di dalam hidangan perlu diperhatikan jangan terlalu berat ke salah satu jenis bahan makanan.

Bagaimana perbandingan yang baik antara ketiga zat gizi tersebut diatas, tergantung dari kebiasaan makan orang atau kelompok masyarakat konsumen.

Jumlah serat dalam makanan perlu pula mencukupi, selain member rasa kenyang, serat yang tidak dicerna itu memberikan pula rangsangan kepada saluran pencernaan yang melancarkan gerak peristalsis, sehingga melancarkan aliran chymus di dalam saluran usus dan membantu kelancaran pembuangan tinja.

READ:  Manfaat Minum Milo Tiap Hari

Semakin banyak pula terdapat data bahwa serat didalam makanan dapat menurunkan kadar cholesterol darah, sehingga berguna bagi penderita penyakit kardiovaskuler, dan dipergunakan didalam susunan diit bagi orang tersebut dan bagi yang menderita penyakit kegemukan (obesitas).

Dikemukakan juga keuntungan-keuntungan lain bagi kesehatan yang diberikan oleh kadar serat didalam makanan. Terdapat data ilmiah bahwa serat makanan dapat menurunkan risiko kanker usus besar.

Secara kimiawi serat terdiri atas selulosa, hemiselulosa, pectin dan lignin, yang menyusun dinding sel tumbuhan. Substansi serat ini dapat dicerna oleh cairan pencernaan usus kita.