Faktor Pendukung Pelaksanaan Terapi Obesitas

https://www.infogizi.comDalam pelaksanaan, terapi obesitas ternyata tidak semudah itu, karena banyak factor tambahan yang mendukung terjadinya obesitas.

Kalau berbagai factor tambahan ini tidak diperbaiki dan termasuk dalam pertimbangan upaya terapi, maka cenderung upaya tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan, atau hasil yang dicapai pada permulaan akan ditiadakan oleh factor-faktor tambahan yang tidak ikut diperhitungkan tersebut.

Motivasi untuk menurunkan berat badan, kesabaran dan ketekunan melaksanakan upaya pengurusan, kondisi kejiwaan (psychis), kondisi gaya hidup keluarga (family life style), dan lain-lain merupakan factor-faktor tambahan yang sering menghambat keberhasilan dalam upaya pengurusan badan tersebut.

Pada defisiensi sekunder harus dicari pula conditioning faktornya dan harus pula ditanggulangi, disamping terapi langsung terhadap gejala-gejala defisiensi yang menonjol itu.

READ:  Fungsi Protein yang Sangat Penting

Penyakit-penyakit tertentu disertai oleh diarrhea dan steathorrhoea yang menghambat penyerapan zat-zat gizi. Infeksi memberikan kanaikan suhu yang berarti expenditure energy meningkat, sehingga meningkatkan kebutuhan berbagai zat gizi.

Apalagi bila factor-faktor conditioning ini terdapat secara menahun (chronis), hambatan penyerapan dan peningkatan kebutuhan zat gizi itu akan memberikan gejala-gejala defisiensi.

Terapi dietitik diberikan dengan susunan hidangan khusus,sesuai dengan jenis penyakitnya. Terdapat berbagai diet khusus untuk penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit ulcus ventriculi, hypertensi dan sebagainya.

Pada pemberian terapi demikian pada penderita jalan (ambulatory patients), harus diberikan instruksi tertulis yang jelas mengenai bahan makanan yang boleh dan tidak boleh dipergunakan.

Kontrol harus dilakukan teratur dengan menyuruh penderita datang secara teratur pula. Untuk menjaga agar pola konsumsi tidak monoton, penggunaan daftar makanan pengganti akan sangat membantu.