Yang Harus Di Perhatikan Dalam Menyusun Makanan Tambahan

https://www.infogizi.comDalam menyusun makanan tambahan (sapihan) harus diperhatikan:

1. Digestibilitas

Gigi susu anak bertambah secara berangsur, sehingga menjadi lengkap pada umur sekitar dua tahun. Jadi bentuk dan konsistensi makanan harus juga berangsur dari bentuk cair, bentuk lunak sekali (bubur sum-sum), lunak (bubur), setengah padat (nasi tim), sampai akhirnya padat (makanan orang dewasa).

2. Caloric density

Karena kapasitas volume gaster anak terbatas, maka dosis makanan yang mula-mula diberikan setiap kali jangan terlalu banyak. Untuk memenuhi kwantum yang dibutuhkan, frekuensi pemberian makanan harus sering, setiap 2-3 jam sekali.

Semakin bertambah umur anak, kapasitas ventrikulus bertambah dan dengan demikian sanggup mengkonsumsi makanan yang semakin banyak setiap kalinya. Sehingga frekuensinya semakin dikurangi, sampai akhirnya hanya 3-4 kali sehari.

READ:  Cara Menghindari Penggunaan Zat Warna Sintetik Pada Makanan

3. Protein quality

Baik diingatkan kembali bahwa untuk keperluan pertumbuhan, protein yang diberikan kepada anak bayi harus yang berkualitas protein lengkap, yang dapat diukur dengan nilai NPU 75 atau lebih.

Pengganti susu Ibu (PASI) sebaiknya hanya dipergunakan bila ASI tidak mencukupi atau ibu tidak dapat memberikan ASI karena indikasi medic, atau alasan lain yang akseptabel dan tak dapat dihindarkan.

Alasan ibu bekerja tidak dapat dibenarkan, karena dapat diatur dengan menitipkan anak didekat tempat bekerja untuk diberi ASI pada waktu-waktu tertentu.

Kalau tempat bekerja ibu tidak jauh dari tempat tinggalnya, ibu dapat pulang dahulu pada waktu menyusukan anak tersebut.

Perlu dicatat bahwa anggapan para ibu, terutama dari golongan yang kurang mampu, yang menyatakan colostrums tidak baik untuk diberikan kepada bayi, adalah salah.

READ:  Pemberian ASI Lebih Bagus Dibandingkan Susu Formula

Justru kolostrum itu mengandung immunoglobulin yang memberikan daya tahan tubuh kepada bayi untuk melawan berbagai penyakit yang mungkin akan menghinggapi bayi tersebut.

Butir-butir immunoglobulin ini disebut colostrums bodies dan memberikan warna kekuningan pada kolostrum dan mengendap bila dibiarkan untuk beberapa saat di suhu udara terbuka.