Kebutuhan Bayi Akan Zat Gizi

https://www.infogizi.comKebutuhan bayi akan zat-zat gizi adalah yang paling tinggi, bila dinyatakan dalam satuan berat badan, karena bayi sedang ada dalam periode pertumbuhan yang sangat pesat.

Bayi sehat yang dilahirkan dengan berat badan cukup sekitar 2,5-3,5 kg akan mencapai kelipatan berat badannya dalam waktu enam bulan.

Kebutuhan bayi akan energy adalah 110-100 kal/kg berat badan sehari dan kebutuhannya akan protein adalah 3-4 gram /kg berat badan sehari.

Untuk pertumbuhan tulang kerangka, kebutuhan Ca dan P harus sangat diperhatikan. Didaerah tropic di mana sinar matahari cukup berlimpah, kebutuhan Vitamin D bagi pertumbuhan bayi tidak merupakan persoalan, asal bayi tersebut cukup terkena sinar matahari tersebut.

READ:  Makanan Kaya Nutrisi Baik Untuk Pertumbuhan Si Kecil

Ketika dilahirkan, bayi tidak cukup dibekali cadangan vitamin A dan Vitamin K sehingga harus diberi kedua Vitamin ini sejak umur dini postnatal. Juga unsure Fe termasuk yang cepat menyusut pada Neonatus.

Ketika masih intrauterine, kadar hemoglobin foetus lebih tinggi, karena tekanan O2 dalam darah ibu lebih rendah dari pada dalam udara luar, sehingga bayi harus mengkompensasikannya dengan penambahan kadar hemoglobin tersebut.

Setelah dilahirkan, tekanan O2 dalam udara respirasi lebih tinggi, sehingga sebagian dari hemoglobin tidak diperlukan lagi dan dihemolisa serta dibuang ke luar tubuh, dan terdapat hemolisis neo-natorum.

Maka sebagian Fe turut terbuang, sehingga neonatus harus diberi Fe pada umur yang juga relative dini, biasanya dalam bentuk sari buah (sari jeruk dan sebagainya).

Usus neonatus masih steril tidak mengandung flora, sampai mengkonsumsi makanan (ASI) pertama dari luar. Flora usus ini sanggup mensintesa berbagai vitamin B-kompleks dan vitamin K.

Terutama vitamin K harus diberikan pada neonatus, untuk menghindarkan hemorrhagia neonatorum karena kekurangan vitamin K tersebut.

READ:  Bagaimana Mengatasi Hambatan Dalam Menyusui?

Sudah jadi prosedur standar dibanyak rumah sakit untuk memberikan suntikan depot vitamin K pada anak yang baru lahir, sebagai tindakan profilaksis.

Derajat penguapan cairan badan pada bayi relative tinggi, sehingga pemberian air kepada bayi harus diperhatikan khusus.