Daftar dan Penggunaan RDA di Indonesia

https://www.infogizi.comDaftar RDA Indonesia

Zat gizi yang dicantumkan di dalam daftar anjuran kecukupan sehari (RDA) bagi Indonesia hanya untuk zat-zat gizi tertentu, terutama bagi zat-zat gizi yang sering menimbulkan problem kesehatan.

Energy ikut dicantumkan, meskipun tidak termasuk zat gizi. Kita ketahui bahwa energy dihasilkan oleh tiga sumber energy utama, ialah karbohidrat, lemak dan protein, jadi merupakan produk bersama dari tiga jenis zat gizi.

Telah kita ketahui pula bahwa energy dinyatakan dalam satuan kalori, yang sebenarnya kilogram kalori. Kebutuhan zat-zat gizi dipengaruhi oleh berat badan, umur dan jenis kelamin.

Factor-faktor khusus yang juga mempengaruhi ialah kondisi fisiologik seperti kehamilan, menyusukan dan tingkat kegiatan kerja, terutama untuk kebutuhan energy.

Penggunaan daftar RDA

READ:  Fungsi Gizi pada Anak dan Orang Dewasa

Angka-angka didalam daftar RDA merupakan nilai rata-rata untuk kelompok populasi, seorang sehari. Karena itu, nilai daftar dikelompokkan golongan umur, kelompok jenis kelamin, dan berat badan.

Penggunaan utama daftar RDA adalah untuk menilai data rata-rata hasil sesuatu survey dan untuk merancang penyediaan pangan bagi suatu kelompok masyarakat. Koreksi data harus dilakukan, bila criteria kelompok masyarakat menyimpang dari apa yang tercantum didalam daftar RDA tersebut.

Dalam praktek, angka-angka yang tertera dalam di dalam daftar ini pun dapat diterapkan untuk keperluan perorangan, setelah diadakan koreksi dan adaptasi individual.

Sebagai contoh nilai seseorang umur tertentu, tetapi mempunyai berat badan yang lebih besar dari apa yang tercantum didalam daftar, maka kebutuhan RDA ini harus dinaikkan sesuai dengan penambahan berat badan daftar orang tersebut. Demikian pula bila berat badannya lebih ringan, maka nilai RDA harus dikoreksi menjadi lebih rendah.

READ:  Sifat Lain Dari Penyakit Gizi

Pada pemakaian nilai RDA untuk menyediakan konsumsi zat gizi bagi seseorang, penilaian terakhir harus berdasarkan kesehatan hasil konsumsi tersebut.

Bila alokasi yang dibberikan menyebabkan kesehatan orang tersebut menjadi tidak memuaskan, misalnya timbul gejala-gejala defisiensi atau berat badannya menurun, maka harus disimpulkan bahwa alokasi yang telah diberikan itu tidak mencukupi.

Demikian bila seorang dewasa menjadi semakin gemuk, maka alokasi yang telah dirancang itu terlalu tinggi, dan harus diadakan koreksi menurunkan jatah pangan yang telah dirancangkan terdahulu tersebut.