Pendekatan Preventif Untuk Menilai Kebutuhan Gizi

https://www.infogizi.comCara ini dilaksanakan berlawanan dengan cara kuratif atau terapeutik. Disini dipergunakan subjek-subjek percobaan yang ada dalam keadaan sehat, diberi susunan diit yang lengkap.

Maka subjek percobaan akan menunjukkan kondisi gizi baik. Kemudian zat gizi yang akan diteliti dikeluarkan dari susunan hidangan dan ditambahkan secara bertingkat menurun dalam jumlah-jumlah kecil yang diketahui.

Setelah beberapa waktu subjek yang diberi zat gizi dengan dosis tertentu mulai menampakkan gejala-gejala defisiensi dari zat gizi yang sedang diteliti tersebut.

Diatas dosis tersebut, subjek-subjek percobaan tetap sehat, sedangkan dibawahnya memperlihatkan gejala-gejala defisiensi.

Dalam pendekatan ini, dosis terkecil yang masih melindungi subjek percobaan dari gejala-gejala defisiensi, disebut Kebutuhan Minimal Sehari (MDR) juga.

READ:  Manfaat Air Susu Ibu (ASI)

Jadi menurut pendekatan preventif, MDR ialah dosis terkecil zat Gizi yang diperlukan sehari untuk melindungi seseorang dari serangan gajala-gejala defisiensi tertentu, sedangkan menurut pendekatan kuratif MDR ialah dosis terkecil zat gizi yang diperlukan sehari untuk menyembuhkan seseorang dari gejala-gejala defisiensi zat gizi tersebut.

Pada umumnya MDR yang didapat dengan pendekatan preventif akan mempunyai nilai lebih besar dari nilai menurut pendekatan kuratif.

Jadi nilai MDR ini merupakan suatu “range value”, tidak merupakan suatu angka pasti. Range ini mempunyai batas-batas MDR yang ditentukan melalui kedua pendekatan diatas, dengan batas atas MDR menurut pendekatan preventif, dan batas bawah MDR menurut pendekatan kuratif. Karena nilai range ini, dalam berbagai publikasi akan terdapat angka-angka yang sedikit berbeda.