Gondok Endemik dan Penderita Cretenisma

https://www.infogizi.comGondok endemic ditandai oleh pembesaran kelenjar gondok. Didaerah gondok endemic terdapat sejumlah anggota masyarakat yang memperlihatkan pembesaran kelenjar gondok pada berbagai tingkat.

Kretin Myxoedema ditandai oleh kondisi oedema yang tidak mencekung pada tekanan dengan jari seperti halnya oedema biasa.

Kretin Neurologik menunjukkan gejala menonjol, tinggi badan dibawah orang normal (cebol). Kondisi ini disertai berbagai tingkat keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan, dari hambatan jiwa yang ringan sampai yang sangat berat disebut debilitas.

Ekspresi muka seorang Kretin memberikan kesan orang bodoh, dan pada pemeriksaan tingkat kecerdasan (IQ) ternyata tertinggal. Mulut penderita ini ternganga dan memperlihatkan lidahnya seperti yang terlalu besar untuk rongga mulutnya.

READ:  Zat Tembaga atau Cuprum

Dari kompleks gejala IDD atau GAKI ini justru hambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan inilah yang paling dikuatirkan . penderita akan menjadi seorang dewasa yang tertinggal tingkat kecerdasannya, sehingga merupakan beban yang selalu harus diurus dan dilindungi oleh keluarga maupun masyarakatnya, disamping ketidak sanggupannya untuk ikut aktif dalam pembangunan nasional.

Penderita cretenisma adalah akibat defisiensi Jodium pada masa intra uterin, jadi ibunya menderita kekurangan zat Jodium ketika sedang mengandung bayi tersebut.

Tetapi gejala-gejala endemic iodine deficiency tidak memuaskan bila penyakit tersebut telah manifest pada penderita dewasa.

Yang lebih berhasil ialah upaya prevalensi, yaitu dosis Jodium yang diberikan kepada ibu yang sedang hamil. Dosis jodium yang diberikan kepada anak yang masih muda memberikan juga hasil, meskipun  tidak memuaskan sekali.

READ:  Mengatasi Rasa Sakit Pada Kehamilan Dengan Stretching

Upaya prevalensi IDD dilakukan dengan penyediaan garam dapur yang diperkaya dengan Jodium dalam bentuk KJO3 . dulu suplementasi dilakukan dengan KJ, tetapi garam ini tidak stabil, mudah terurai, sehingga kadarnya menurun dengan cepat ketika masih dalam pemasaran.

Sebagai upaya jangka pendek, diberikan suntikan depot larutan Jodium dalam minyak, dengan mempergunakan preparat LIPIODOL dan diberikan secara periodic sebagai dosis depot.