Tekanan Osmotic Cairan Tubuh

https://www.infogizi.comCairan tubuh mempunyai tekanan osmotic kira-kira konstan, berfluktuasi dalam batas-batas sangat sempit. Ginjal merupakan organ utama yang mengatur tekanan osmotic cairan tubuh ini dengan jalan mengeluarkan atau reabsorbsi air dan NaCl dapat diekskresikan.

Ultrafiltrat dibagian proximal nephron bersifat hypotonic atau isosmotik, tetapi dibagian distal menjadi hyperosmotik  atau hypertonic.

Derajat tekanan osmotic plasma menjadi rangsangan bagi osmoreceptor yang menimbulkan stimulasi untuk sekresi hormone antidiuretik.

Hormone ini akan meningkatkan reabsorbsi air, sehingga tekanan osmose cairan darah yang tinggi itu menjadi turun kembali.

Volume darah menjadi rangsangan bagi volume receptor, yang merupakan rangsanga bagi sekresi hormone adrenokortikosteroid, yang meningkatkan reabsorbsi NaCl, sehingga tekanan osmose yang menurun karena volume air bertambah, menjadi isosmotik kembali oleh penambahan NaCl yang diserap kembali tersebut.

READ:  Kari Kambing Tanpa Santan

Bila kita meminum larutan NaClhypertonik, akan meninggikan pula tekanan osmotic didalam cairan intravaskuler, yang merangsang osmoreceptor, dan garam akan lebih banyak diekskresikan dari ginjal, dengan akibat cairan intravaskuler akan kembali menjadi isosmotik.

Didalam lambung dan rongga usus, larutan hypertonic akan menarik air dari jaringan (kompartemen interstisial), sehingga untuk sementara akan menurunkan tekanan osmotic cairan lambung dan usus, sehingga akan menghambat penarikan air jaringan setelah tercapai keseimbangan tekanan osmotic.

Bila yang diminum itu cairan hypotonic, maka air akan mengalir dari lambung dan usus kedalam jarigan, melarutkan (menurunkan) tekanan osmose didalam air jaringan dan intravaskuler.

Ini akan meningkatkan pembuangan air dan meningkatkan reabsorbsi  NaCl sampai terjadi lagi keseimbangan osmotic. NaCl dari jaringan akan ditarik ke dalam rongga lambung dan usus, sehingga menaikkan tekanan osmose air di dalam lambung dan usus tersebut, dengan akibat tercapai lagi isosmose dan menghentikan aliran air dari jaringan ke lumen astrointestinal.

READ:  Kadar dan Fungsi Karbohidrat Di Dalam Tubuh

Pada konsumsi larutan NaCl isosmotik, tidak banyak air dan NaCl yang diserap, sehingga larutan tersebut akan lama tinggal didalam rongga lambung dan usus.