Aliran Cairan Dalam Jaringan Tubuh

https://www.infogizi.comDidalam jaringan terdapat suatu aliran cairan, yang keluar dari ujung arteriola masuk ke dalam kompartemen interstisial dan mengalir serta masuk kembali kedalam venulae dan kapiler lymphe.

Sebagian besar air interstisial akan masuk kembali ke kompartemen intravaskuler dari venula, dan sebagian kecil saja dialirkan melalui system vaskuler lympha, yang kemudian akan masuk pula ke kompartemen intravascular dari pembuluh darah. Aliran ini dikendalikan oleh selisih antara gaya tarik osmotic dan gaya dorong tekanan hydrostatic di dalam pembuluh darah.

Gaya hidrostatik berasal dari denyutan jantung dan menekan air keluar dari arteriola (kompartemen intravascular) masuk ke dalam kompartemen interstisial.

Gaya osmotic berasal dari zat-zat gizi yang tidak permeable terhadap dinding pembuluh darah, terutama makromolekul (protein) darah.

READ:  Defisiensi dan Fungsi Magnesium

Pada ujung arteriola gaya hidrostatik lebih besar dari gaya osmotic, sehingga air mengalir dari pembuluh darah (kompartemen intravaskuler) ke dalam jaringan ( kompartemen interstisial).

Didaerah venulae gaya hidrostatik sudah banyak menurun dan menjadi lebih rendah dari gaya osmotic, sehingga air dari jaringan (kompartemen interstisial) ditarik masuk kedalam rongga venulae (kompartemen intravaskuler).

Dengan aliran air ini ikut pula ditranspor zat-zat gizi kedalam kompartemen interstisial, kemudian ke dalam kompartemen interseluler, untuk dipergunakan oleh sel-sel jaringan tersebut.

Sebaliknya zat-zat metabolisme dikeluarkan dari kompartemen intraseluler kedalam kompartemen interstisial dan selanjutnya ke kompartemen intravaskuler untuk ditranspor kejaringan lain atau dibawa kea lat-alat ekskresi untuk dikeluarkan dari tubuh.