Defisiensi Asam Folat Pada Kehamilan

https://www.infogizi.comDefisiensi asam folat mungkin terjadi primer atau sekunder, yaitu pada gangguan penyerapan didalam saluran gastrointestinal, dengan steatorhoea maupun causa yang terbanyak.

Didaerah tropic defisiensi asam folat banyak terdapat pada wanita yang sedang hamil dan pada anak-anak yang sedang tumbuh sangat cepat, yaitu yang berumur dibawah tiga tahun.

Anemia megaloblastik pada ibu hamil biasanya timbul pada semester terakhir pada kehamilannya. Pada anak kecil dan bayi, timbunan asam folat yang rendah ketika dilahirkan disertai kebutuhan yang tinggi akan vitamin ini untuk pertumbuhan pesat menyebabkan banyak anemia megaloblastik menyerang kelompok umur ini.

Diklinik perlu diperhatikan penderita yang mendapat pengobatan antikonvulsan untuk jangka panjang; mereka sering terserang oleh anemia megaloblastik, diantaranya pada pengobatan dengan diphenyl hidantoin, primidone dan Phenobarbital.

Syndrome prodromal diantaranya anorexia, penurunan berat badan, rasa lemas, sesak nafas, jantung terasa berdebar keras, iritabilitas dan pelupa, bahkan dapat terjadi pingsan. Palpasi dapat menunjukkan adanya hepatomegalia dan splenomegalia.

READ:  Pertanyaan Ibu Hamil untuk Menghindari Makan Kacang

Pada preparat apus darah perifer tampak hypersegmentasi polymorpho nuclear leucocytes dengan makroovallocytes (erythrocyte besar yang lonjong). Pada anemia berat (Hb 20% sahli atau kurang) akan terdapat leucopenia dan thrombopenia.

Kelainan darah akan menyembuh pada pemberian asam folat. Anemia megaloblastik karena defisiensi asam folat harus dibedakan dari anemia jenis sama karena defisiensi Vitamin B12.

Terapi causal dengan asam folat dan perbaikan susunan hidangan harus ditunjang dengan pencarian causa primanya, apakah yang menyebabkan defisiensi primer atau sekunder itu, agar penyakit tidak kambuh kembali.

Diketahui terdapat sejumlah antagonis asam folat, diantaranya aminopterine. Aminopterine dipergunakan dalam pengobatan leucopenia.

Pada terapi defisiensi asam folat, dosis 10-30 mg sehari oral sudah memberikan hasil yang sangat memuaskan. Pada terapi anemia megaloblastik dengan asam folat ini harus dipastikan terlebih dahulu tidak adanya defisiensi Vitamin B12, karena gejala-gejala anemia akan sembuh, tetapi gejala-gejala syaraf tidak memberikan respons, bahkan dapat menjadi semakin berat.