Katabolisme Asam Folat

https://www.infogizi.comIkatan organic yang mempunyai biopotensi asam folat banyak tersebar didalam berbagai jenis bahan makanan nabati maupun hewani.

Dalam bahan makanan nabati terdapat derivate THF (HF4) dengan gugusan glutamate 3-10 unit. Pemasakan didapur keluarga atau pengolahan tekhnologi pangan dapat merusak biopotensi asam folat sampai 50-95% kadar asal.

Proses absorpsi asam folat didalam saluran gastrointestinal tidak diketahui, demikian pula kapasitas penyerapan oleh usus bagi vitamin ini.

Penyerapan PGA telah banyak dipelajari, tetapi hasilnya tidak dapat diterapkan bagi proses penyerapan konjugasinya. PGA sendiri dapat diserap dengan baik di seluruh bagian usus, meskipun penyerapan terbaik terjadi di bagian proksimal usus halus.

PGA dapat diserap aktif maupun pasif. Karena PGA mudah larut didalam air, setelah diserap ke dalam mukosa usus, dialirkan lebih lanjut melalui Vena Portae ke hati.

READ:  Istilah-istilah Yang Digunakan Dalam Ilmu Gizi

Pada dosis oral sebesar 200 mg, PGA dapat diserap sampai 80% oleh seorang normal dan puncak konsentrasinya didalam plasma darah tercapai 1-2 jam postdosing. Penetrasi asam folat kedalam sel jaringan merupakan proses aktif dan selektif.

Asam folat ditimbun terutama di dalam hati, dan dapat mencapai kadar 5-9 ug/gram jaringan basah, ginjal mengandung 3 ug/g, sedangkan didalam erythrocyte dan leucocyte hanya 5-10% dari kandungannya didalam jaringan hati. Diperkirakan folat total didalam tubuh manusia pada kondisi normal sebesar 5-10 mg.

Pada keadaan normal, ekskresi asam folat didalam urine naik-turun sesuai dengan tingkat konsumsi, ekskresi ini sekitar 5 ug/24 jam, dan pada kondisi defisiensi turun menjadi 3 ug dalam 24 jam.

READ:  Fungsi Asam Folat

Dari mega dosis sebesar 5 mg yang diberikan oral, akan diekskresikan sebanyak 2-3 mg dalam 24 jam pada kondisi normal, sedangkan pada seorang penderita defisiensi, yang diekskresikan in hanya 1,5 mg dalam 24 jam atau lebih rendah lagi. Bentuk yang diekskresikan didalam urine ialah PGA bebas.

Asam folat diekskresikan pula di dalam cairan empedu dan ditemukan didalam tinja. Sebagian asam folat didalam cairan empedu mengalami enterohepatic cycle  asam folat yang ditemukan didalam tinja sebagian berasal dari hasil sintesa mikroflora usus.

Defisiensi asam folat memberikan gambaran klinik anemia megaloblastik didalam sumsum tulang dan makrocytic didalam darah perifer, disertai leucopenia.

Gambaran klinik ini berdasarkan gangguan metabolisme asam amino dan hambatan sintesa protein. Terutama jaringan yang mempunyai celluler turnover tinggi yang akan menderita, seperti epitel saluran gastrointestinal, epidermis dan sumsum tulang.