Fungsi Pyridoxin

https://www.infogizi.comPYRIDOXIN

Terdapat tiga ikatan organic yang mempunyai bioaktivitas Pyridoxin ialah: pyrodoxin,pyridoxal dan pyridoxamine; pyridoxine berbentuk suatu alcohol, sehingga seharusnya disebut prydoxol.

Fungsi Pyridoxine

Fungsi pyridoxine adalah sebagai komponen dari suatu ko-enzim pyridoksal-5 phophate. Ko enzim ini berperan serta dalam banyak sekali enzim yang berhubungan dengan metabolisme protein dan asam amino oksido-reduktase, transferase yang mentransfer gugusan methyl, glucosyl transferase yang memindahkan gugusan hexosyl, transaminase, lyase yang mendekarboksilasi asam amino, isomerase dan beberapa enzim lainnya.  Beberapa neurotransmitter memerlukan pula ko-enzim pyridoksal-5 phosphate dalam proses sintesanya.

Defenisi pyridoxine memberikan berbagai manifestasi pada binatang percobaan yang berlain-lainan:

1. Kehilangan nafsu makan, kehilangan berat badan, vomitus serta diarrhea

2. Acrodyna dengan gejal-gejala hyperkeratosis dan acanthosis pada mikrostruktur kulit ke daerah telinga, cakar, moncong dan ekor.

3. Paralysis kedua kaki belakang, ataxia dan kelumpuhan. Konvulsi yang berulang-ulang, disusul oleh kematian.

4. Sekresi merah kecoklatan di sekitar mata, hyperlacrimasi dan gangguan penglihatan yang progresip dan berakhir dengan kebutaan.

5. Anemia nutritional, microcytic hypochromic.

Pada unggas defisiensi pyridoxine menyebabkan jumlah telur berkurang dan banyak telur yang tidak dapat menetas.

READ:  Defisiensi Vitamin A

Pada manusia, defisiensi pyridoxine sukar timbul, selain diperlukan susunan hidangan yang defisiensi akan pyridoxine, harus pula diberi antivitaminnya.

Gejala-gejalanya ialah sejenis dermatitis ceborrhoica di sekitar mata, hidung dan mulut; cheilosis dan glossitis, serta anemia hypochromic.

Terapi dilakukan dengan memperbaiki susunan hidangan dan pemberian pyridoxine 40-150 mg sehari secara oral. Didalam klinik, pyridoxine dipergunakan pula dalam kondisi dengan nausea, vomitus karena berbagai sebab.