Fungsi dan Efek Vitamin D

https://www.infogizi.comFungsi vitamin D

Vitamin D merupakan satu-satunya vitamin yang diketahui berfungsi sebagai prohormon. Vitamin D mengalami dua kali hydroksilasi untuk mendapat aktivitasnya sebagai hormone.

Pertama dihydroliksasi pada C25 yang terjadi didalam sel hati, kemudian disusul oleh hydroksilasi kedua pada C1 yang terjadi di ginjal. 1,25 dihydroksi calciferol merupakan hormone yang mengatur sintesa protein yang mentranspor calcium kedalam sel, disebut Calsium Binding Protein (CaBP). Jadi agar vitamin D dapat melaksanakan tugasnya diperlukan kondisi hati dan ginjal yang sehat.

Efek kegiatan Vitamin D tampak pada hal-hal sebagai berikut:

1. Meningkatkan absorpsi Ca dan Phosphat di dalam usus. Untuk penyerapan Ca yang baik, diperlukan perbandingan yang sesuai dengan tersedianya phosphate didalam hidangan.

READ:  Preformed Vitamin A dalam Makanan

Perbandingan yang baik terletak di sekitar 1 Ca : 1 P; penyerapan Ca akan terganggu bila perbandingan tersebut dibawah 1 Ca : 4 Phosphat. Perbandingan ini akan memberikan sifat rakhitogenik kepada hidangan, yaitu hidangan yang akan mendukung terjadinya rakhitis.

Pada perbandingan Ca dan Phosphat yang sesuai, Vitamin D meningkatkan Penyerapan Ca. Penyerapan Ca ke dalam sel usus dilaksanakan melalui mekanisme Ca-binding protein (CaBP), yang sintesanya diatur oleh hormone 1,25 dihydroksi calciferol.

2. Mendorong pembentukan garam-garam Ca didalam jaringan yang memerlukannya. Garam Ca diperlukan dibeberapa jaringan untuk memperkuat struktur jaringan tersebut, misalnya pada tulang-tulang dan gigi-geligi.

Yang terdapat didalam jaringan keras ini garam karbonat dan garam phosphate, juga fluoride dari Calsium. Garam Ca didalam jaringan keras terdapat dalam suatu keseimbangan dinamis  dengan kondisi cairan tubuh, artinya terjadi suatu fluks yang sama antara Ca yang masuk ke jaringan keras dengan yang keluar dari jaringan tersebut.

READ:  Minum Susu Lebih Baik Daripada Minuman Berenergi

Melalui pengaturan sintesa CaBP, vitamin D menyediakan kondisi yang optimum bagi pembuatan garam Ca di dalam jaringan tersebut. Disamping hormone 1,25 dihydroksi calciferol, hormone parathyroid juga berpengaruh pada pengaturan kadar Ca di dalam cairan tubuh dan di dalam jaringan.

3. Vitamin D juga berpengaruh meningkatkan resorpsi phosphate di dalam tubuli ginjal sehingga meningkatkan kondisi konsentrasi Ca dan Phosphat di dalam jaringan untuk sintesa garam Ca Phosphat.