Gambaran Klinis Marasmus dan Kwashiorkor Pada Anak

https://www.infogizi.comPada anak-anak, gejala-gejala merupakan campuran dari gambaran klinis defisiensi kalori dan defisiensi protein murni. Adakalanya gejala-gejala defisiensi energy menonjol sekali, memberikan gambaran klinik yang disebut marasmus, sedangkan bila gejala-gejala defisiensi protein yang menguasai kondisi klinik, disebut kwashiorkor.

Kasus yang terbanyak biasanya merupakan gambaran klinik campuran, dan disebut marasmic kwashiorkor. Gambaran klinik marasmic kwashiorkor dapat bergeser kearah gambaran marasmus atau kearah gambaran kwashiorkor, bila marasmic kwashiorkor tidak ditanggulangi secara memuaskan.

Beberapa gejala marasmus ialah anak sangat kurus, biasa disebut tinggal tulang dan kulit, berat badan mencapai sekitar 60 persen dari berat ideal menurut umur, muka berkerut seperti orang tua dan sering pula dipersamakan dengan muka anak monyet yang baru lahir.

READ:  Pertolongan Pertama Lewat Obat Tradisional Untuk Bayi

Kulit daerah pantat juga berlipat-lipat memberikan kesan seperti kulit tersebut terlalu lebar untuk badan anak. Anak tergeletak pasif tanpa perhatian untuk sekitarnya (apathies) dan kalau lipatan kulit dijepit dan ditarik diantara jari kita, tidak terasa ada jaringan lemak subkutan.

Gejala-gejala yang dijumpai pada anak-anak yang menderita kwashiorkor, diantaranya anak apatis, rambut kepala halus dan jarang, berwarna kemerahan kusam tidak hitam mengkilat seperti pada anak sehat, rambut ini sering kali mudah dicabut tanpa terasa sakit oleh si penderita.

Mungkin terdapat oedema, tetapi tidak selalu gejala ini terdapat, meskipun dianggap bahwa adanya oedema lebih memperkuat diagnose kwashiorkor. Lipatan kulit yang ditarik diantara jepitan jari kita member kesan masih adanya jaringan lemak subkutan.

READ:  Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Gizi Buruk

Berat badan anak sebenarnya dibawah berat ideal, tetapi sering tersamar oleh oedema, sehingga tidak menunjukkan adanya penurunan berat badan yang signifikan.

Anak-anak yang menderita Penyakit kurang kalori dan protein (KKP) sering tidak dibawa kedokter anak atau ke klinik penyakit anak-anak karena dikenal sebagai KKP oleh keluarganya (Ibunya), tetapi karena penyakit penyerta, yang biasanya berupa penyakit infeksi, khususnya infeksi saluran pernafasan yang menimbulkan gejala panas dan kadang-kadang dengan kejang-kejang atau dehidrasi, atau infeksi saluran gastrointestinal dengan gejala utama diarrhea.

Penyakit kurang kalori dan protein (KKP) pada orang dewasa memberikan gambaran klinik H.O (honger oedema, busung lapar), lebih tepat lagi disebut penyakit kurang makan atau penyakit kelaparan. Gambaran klinik ialah orang yang sangat kurus, dan sering menunjukkan adanya oedema, terutama daerah kaki.