Bila Ibu Hamil Sering Minum Susu

Susu yang terbuat dari susu sapi dianggap merupakan sumber nutrien yang mendekati ideal, khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium bagi ibu hamil dan menyusui. Selain itu, di dalam susu juga terkandung kalori dari gula susu (laktosa), vitamin dan mineral. “Jadi, bisa dibilang susu adalah makanan yang hampir sempurna, hingga bisa dijadikan alternatif untuk mencukupi kebutuhan tambahan makanan bagi ibu hamil,” kata Victor. Ibu hamil yang banyak minum susu akan mengurangi risiko pada bayinya mengalami pengembangan multiple sclerosis atau sklerosis ganda, atau yang lebih dikenal di dunia medis dengan MS di kemudian hari. Dari penelitian yang melibatkan 35.794 perawat perempuan yang ibunya memberikan informasi tentang pola makan mereka selama kehamilan. Perawat yang ikut ambil bagian, 199 berkembang MS selama periode 16 tahun.

MS adalah penyakit saraf kronis yang mempengaruhi sistem saraf pusat, dengan berbagai gejala termasuk penglhatan, otot lemah, kemampuan indera, depresi, kesulitan koordinasi dan berbicara dan rasa sakit. Dalam kasus yang parah bisa memnyebabkan kelumpuhan. Para peneliti menemukan bahwa risiko MS lebih rendah di antara perempuan yang lahir dari ibu yang minum banyak susu saat hamil. Kecenderungan yang sama terlihat untuk vitamin D. Para ibu yang punya relatif tinggi asupan vitamin D selama kehamilan juga melahirkan anak perempuan dengan penurunan risiko MS. Dr Fariba Mirzaei, dari Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat, yang memimpin studi, mengatakan: “Risiko MS di antara anak-anak perempuan yang ibunya mengonsumsi empat gelas susu per hari adalah 56 persen lebih rendah dari anak perempuan yang ibunya minum kurang dari tiga gelas susu per bulan.”

READ:  Faedah Buah Naga Bagi Ibu Hamil

Mirzaei menambahkan, semakin banyak bukti bahwa vitamin D memiliki efek pada MS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek ini dapat dimulai di rahim. Sinar matahari, minyak ikan seperti salmon dan mackerel dan susu merupakan sumber utama vitamin D. Penelitian ini dipresentasikan pada American Academy of Neurology pertemuan tahunan di Toronto, Kanada.