Kekurangan Gizi Menghambat Pertumbuhan Anak

https://www.infogizi.comHambatan fungsi pertumbuhan merupakan gejala yang sangat peka pada kondisi kekurangan gizi dan fungsi pertumbuhan ini merupakan fungsi berikut yang dikorbankan oleh tubuh setelah mengorbankan fungsi penghasil energy.

Mudah difahami bahwa hambatan pertumbuhan ini merupakan gejala kekurangan gizi hanya pada anak-anak, dan tidak berarti lagi pada orang tua atau orang dewasa.

Gejala ini memang dipergunakan dalam menilai kesehatan gizi anak-anak. Kalau seorang anak dibawa kepada seorang dokter anak, atau keklinik bagian penyakit anak-anak, maka yang pertama dikerjakan oleh petugas ialah menimbang berat anak tersebut dan sering juga mengukur panjang (tinggi) badannya.

Penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan ini tidak lagi dilakukan pada seorang pasien dewasa, karena tidak mempunyai arti lagi.

READ:  Salah Kaprah Mengenai Gizi Anak

Pemeliharaan dalam bentuk penggantian jaringan tampak meningkat pada perlukaan dan pada penderita kebakaran tubuh. Kerusakan jaringan pada luka bakar dapat besar sekali, sehingga penyediaan pangan bagi penderita luka bakar menjadi sangat penting bagi penyembuhannya.

Luka bakar yang terbuka biasanya mengeluarkan sekresi yang banyak mengandung mineral dan zat gizi lainnya, sehingga terjadi kehilangan zat-zat gizi yang menambah berat fungsi penggantian jaringan.

Zat gizi, terutama protein dan mineral mengatur juga keseimbangan air dan mineral di dalam cairan tubuh. Aliran cairan tubuh antara pembuluh darah rambut dan jaringan diatur oleh selisih tekanan osmotic dan tekanan hidrostatik, dan tekanan osmotic terutama diatur oleh zat-zat organic, dan protein darah merupakan zat gizi terpenting dalam mengatur aliran cairan tubuh ini.

READ:  5 Top Brand Susu Pertumbuhan Anak di Indonesia

Pada defisiensi protein, pengaturan aliran cairan tubuh menderita hambatan sehingga terjadi stagnasi cairan tubuh di dalam jaringan yang disebut oedema.

System pertahanan tubuh juga sangat dipengaruhi oleh kondisi zat gizi. Mekanisme pertahanan tubuh terdiri atas system selular dan system humoral.

System selular dilaksanakan oleh sel-sel seperti leucocytes, sel-sel reticulo endothelial system (RES), sedangkan system pertahanan humoral dilakukan di antaranya melalui badan-badan anti (antibodies).

Badan-badan anti ini pada umumnya berbentuk protein. Dalam kondisi kekurangan gizi, biasanya fungsi pertahanan tubuh ini paling akhir menderita kemunduran.