Ilmu Gizi


Fungsi Zat Belerang dan Zat Chlor

Fungsi Zat Belerang dan Zat Chlor

Sulfur,S Zat belerang  merupakan komponen dari beberapa jenis zat gizi yang esensial, seperti asam amino dan vitamin B1. Unsure ini didalam tubuh merupakan bagian dari molekul organic dan terdapat didalam kondisi terreduksi  (SH atau S), dan tidak dalam bentuk teroksidasi sebagai sulfat. Tampaknya kebutuhan tubuh akan zat belerang (S) selalu […]

4 Fungsi Penting Natrium dan Kalium

4 Fungsi Penting Natrium dan Kalium

Didaerah pegunungan yang terisolasi dan jauh dari pantai garam Na digantikan oleh garam K yang didapat dari abu berbagai tumbuhan yang dibakar. Betapa berharganya garam dapur didaerah pegunungan terpencil terlihat pada kebiasaan masyarakat penghuni daerah demikian untuk mewariskan gumpalan garam dapur kepada keturunannya. Didalam tubuh terdapat Na sebanyak 0,15% dari […]

Metabolisme Ca dan P

Metabolisme Ca dan P

Dalam proses absorpsi, Ca dan P saling berpengaruh erat sekali. Untuk absorpsi Ca yang baik, diperlukan perbandingan Ca : P didalam rongga usus (didalam hidangan) 1:1 sampai 1:3. Perbandingan Ca:P lebih besar dari 1:3 akan mengahambat penyerapan Ca, sehingga hidangan yang demikian akan menimbulkan penyakit defisiensi Ca, ialah rhakhitis. Hidangan […]

Unsur dan Elemen Mineral

Unsur dan Elemen Mineral

Sekitar 4% dari tubuh kita terdiri atas mineral, yang dalam analisa bahan makanan tertinggal sebagai kadar abu, yaitu sisa yang tertinggal bila suatu sampel bahan makanan dibakar sempurna didalam suatu tungku (muffle furnace). Kadar abu ini menggambarkan benyaknya mineral yang tidak terbakar menjadi zat yang dapat menguap.   Kita bedakan […]

Fungsi Choline Bagi Tubuh

Fungsi Choline Bagi Tubuh

Choline merupakan komponen dari beberapa ikatan organic penting didalam tubuh kita, diantaranya lechitine, sphyngomyeline dan acetyl choline. Yang tersebut terakhir ini suatu ikatan neurotransmitter, yaitu yang meneruskan rangsang saraf, sejenis hormone jaringan. Molekul choline mengandung gugusan methyl yang sangat reaktif (gugusan methyl yang labil), yang memberikan sifat lipotropik, menghindarkan perlemakan […]

Metabolisme Vitamin B12

Metabolisme Vitamin B12

Absorbsi vitamin B12 mempunyai mekanisme sangat rumit dan unik. Didalam sekresi gaster terdapat enzim transferase yang disebut factor Intrinsik (FI). Factor intrinsic mengikat vitamin B12 yang membuat vitamin ini resisten terhadap serangan mikroba yang menghuni rongga usus. Dalam bentuk terikat kapada FI Vitamin B12 ditranspor menembus mukosa usus. Pada manusia, […]

Bahan Makanan Sumber Vitamin B12

Bahan Makanan Sumber Vitamin B12

Dalam bahan makanan, vitamin B12 sebagian besar terdapat dalam bentuk ko enzim 5’ adenocyl cobalamine yang terkonjugasi lagi pada molekul protein seluler. Untuk pengukurannya vitamin B12 ini harus dilepaskan dari ikatannya dengan protein tersebut, dengan mendenaturasikan protein itu, setelah mana vitamin B12 dapat diekstraksi. Agar cobalamine terdapat dalam bentuk stabil […]

Katabolisme Asam Folat

Katabolisme Asam Folat

Ikatan organic yang mempunyai biopotensi asam folat banyak tersebar didalam berbagai jenis bahan makanan nabati maupun hewani. Dalam bahan makanan nabati terdapat derivate THF (HF4) dengan gugusan glutamate 3-10 unit. Pemasakan didapur keluarga atau pengolahan tekhnologi pangan dapat merusak biopotensi asam folat sampai 50-95% kadar asal. Proses absorpsi asam folat […]

Fungsi dan Kebutuhan Tubuh Akan Vitamin B5

Fungsi dan Kebutuhan Tubuh Akan Vitamin B5

Asam Pantothenat atau Vitamin B5 Asam pantothenat berbentuk minyak pekat berwarna kuning pucat, dapat larut di dalam air dan tidak larut didalam minyak serta zat-zat pelarut lemak, seperti benzene dan chloroform. Asam panthothenat  rusak oleh pengaruh asam, basa dan pemanasan. Fungsi Asam Pantothenat Asam pantothenat selalu terdapat dalam keadaan terkonjugasi […]

Defisiensi dan Ekskresi Biotin

Defisiensi dan Ekskresi Biotin

Sebagian biotin diekskresikan didalam urine pada manusia dan tikus, dalam bentuk terkonjugasi. Diketahui tiga jenis struktur metabolite biotin yang strukturnya belum diketahui tetapi sudah diberi nama miotin, tiotin, dan rhiotin. Pada manusia ekskresi biotin didalam urine sebanding dengan tingkat konsumsinya, sedangkan ekskresi didalam tinja selalu lebih banyak dari yang dikonsumsi; […]